Kamis, 07 November 2013

Apakah TUHAN Benar-benar Ada..,? 3 Pertanyaan, 1 Jawaban

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda :: (Dengan nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa...?? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??

Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan Anda.

Pemuda :: (Tetap dengan nada sombong) Anda yakin....?? Sedang profesor & banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya...!!

Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan...??

1. Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya?

2. Apakah yang dinamakan TAKDIR...??

3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama? Apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba pemuka agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata ::

Pemuda :: Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??

Ustadz :: Saya tidak marah...!!! Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya...!!

Pemuda :: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti...??!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit...!!

Ustadz :: Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada...?!!

Pemuda :: Ya... Percaya...!!

Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu...??!!

Pemuda :: Saya tidak bisa...!!

Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini...??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR...!!

Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Terbuat dari apa pipi Anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Sakit...!!

Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.

MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN 'TUHAN' DALAM HARI-HARI ANDA ?

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...

SUBHANALLAH...

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar tetap istiqomah dalam melakukan kebaikan dan memberikan kelapangan hati kita untuk menjadikan kita pribadi yang luar biasa. Aamiinn...

(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Rabu, 07 Agustus 2013

Cara ALLAH Menyayangi Hamba-Nya

“Tidak ada satu rizki yang ALLAH berikan kepada seorang hamba

yang lebih luas baginya daripada sabar.” (HR. al-Hakim)




Innallaaha ma’ashshabiriin..

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Ukhtiy.. Dalam perjalanan hidup ini.. Selalu ada masa rapuh, gagal, sedih, dan putus asa.. Masa itu..

Ialah ketika rasanya badan telah remuk dalam juang. Hati telah tersayat-sayat dalam sabar. Kepala berdenyut dalam lelah. Seluruh daging terasa pegal dalam keletihan. Keringat telah mengering sebelum sempat tangan menyapu. Bahkan mungkin, air mata telah tersihir menjadi sungai..

Itulah cerita bagi kita, yang kadang lelah berjuang, dalam mempertahankan semangat dan keyakinan.

“Iman terbagi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur.” (HR. Baihaqi)

Saudaraku, memang kadang cerita kita tak sama dengan mereka yang terlihat lebih beruntung dari kita. Mungkin terasa, cerita sedih selalu menyempatkan diri mampir di kehidupan kita. Entah dengan cara yang tak biasa, atau tiba-tiba saja datang tanpa peringatan. Entah berupa tak ada uang, tak ada teman, tak ada keberhasilan, atau sekadar tak ada alasan untuk tersenyum.

Kadang, kita merasa apa yang kita perjuangkan tak kunjung menampakkan wujud. Apa-apa yang kita lakukan sia-sia saja. Rasa itu kadang muncul, entah dalam bentuk kegagalan (keberhasilan yang belum tampak), ketidakhirauan khalayak, cemoohan mulut manusia lain, atau mungkin hinaan. Atau fitnah.

Terlebih-lebih.. Ketika kita telah berusaha sekuat tenaga melakukan yang terbaik, mata kanan manusia lain selalu saja tertutup untuk menilainya dengan baik pula. Walau kita tahu, tidak ada alasan untuk berhenti berniat dan berbuat baik, walau dunia tidak berpihak. Tapi mungkin, rasa lelah dan bosan itu selalu punya cara merasuki hati dan pikiran kita.

Kadang, kita merasa tiada teman untuk berbagi. Tiada teman yang mengerti apa yang kita rasa. Tiada teman untuk sekadar dipinjam pundaknya. Semua masalah dan pikiran seakan-akan mengelindan jadi satu di kerangka kepala dan rongga dada kita. Sendirian kita menanggungnya..



Lalu, bersedih adalah cara terwajar yang kita lakukan dalam menghadapi semua alasan untuk mengatakan, “Ah.. Aku lelah..”.

Saudaraku yang baik, selalu ada ALLAH Yang Mahabijak. Selalu ada ALLAH. Insya ALLAH. ALLAH Maha Penyayang, dan cara ALLAH menyayangi berbeda dengan cara manusia. Dari jumlah yang tak terbilang, setiap hamba-Nya ini disayangi-Nya dengan cara-Nya. Khusus. Eksklusif. Dan kadang menghadirkan kejutan yang tak pernah mampu kita nyana.

Dan jika ALLAH Mencintai, semuanya terasa indah, bersama-Nya..



Begitu pula dengan yang hendak ana sampaikan. Mungkin, rasa lelah yang kerap datang menghampiri sela perjuangan ini adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Mungkin, rasa rapuh menghadapi kegagalan adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Dan mungkin, rasa sedih karena merasa sendiri juga bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Bentuk itu dianggaikan dalam lima huruf paling tulus; rindu..

ALLAH rindu kita menyebut nama-Nya ketika lelah, rapuh dan sedih datang bertandang. ALLAH rindu wangi hamparan sajadah malam kita ketika napas terasa berat dan sesak. ALLAH rindu, pada kerinduan kita pada-Nya ketika cerita hidup macam tak berpihak pada kita..

Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR Thabrani dari Abu Umamah)

Begitulah, Saudaraku.. Cara ALLAH menyayangi kita. Rintihan perih dalam sedih, bisa jadi bentuk cinta yang nyata dari-Nya. Bentuk kerinduan. Bentuk kasih sayang Yang Maha Penyayang..

Mungkin baik kita perhatikan sejenak sekitar kita. Mungkin ada, yang sepertinya tak perlu berusaha banyak untuk dapat meraih sebuah kata sukses. Mungkin ada, apa-apanya dia punya, tinggal kedip mata. Mungkin ada, yang sangat mudah mendapatkan apa yang hampir tak mungkin kita dapatkan.

Sedih? Mungkin..

Tapi mungkin, ALLAH membiarkannya berbahagia di dunia? Entah itu bentuk ujian ALLAH untuknya? Apa masih mampu ia menebalkan iman di dada ketika semua kesenangan telah ada di depan mata? Apa ia masih ingat untuk bersyukur dengan berbagi? Entah.. Mereka yang tahu jawabannya.

Lantas, mungkin begitu pula cara ALLAH menjamin tiket syurga untuk kita? Dengan ujian yang mungkin ‘terasa’ jauh lebih berat dari yang lain? Dengan cerita yang jauh lebih perih dari yang lain? Dengan kisah, di mana ingatan hamba selalu pada-Nya? Maka bukankah itu tandanya Ia sayang pada kita, Saudaraku?

Bagaimana dengan mereka yang hatinya tak pernah ALLAH ketuk barang sekali? ALLAH biarkan mereka terlena dengan kesenangan dunia, dengan kekosongan iman di dadanya. ALLAH tak pilih mereka untuk menikmati nikmat terindah; Islam. ALLAH pilih kita, untuk sebuah janji yang nyata dari-Nya; syurga..

Ah.. Bolehlah ana ingatkan, diri antum dan diri ana pribadi. Mari kita bersyukur.. Setiap tangkai kisah hidup selalu punya makna. Selalu ada rahasia di balik cerita yang dirangkai-Nya. Maka cerita kita sekarang adalah sebuah nyana bahwa ALLAH masih peduli, masih berkenan mengurusi kita. Masih berkenan mengasah kesabaran, keikhlasan, kekuatan, keimanan dan ketaqwaan kita. Masih merindu, masih menyayangi kita..

Namun mungkin, dengan cara yang berbeda..



Yuk, mari kita bangkit. Mari kita semangat. Apapun yang terjadi jangan pernah rasa putus asa kita biarkan bersarang di hati kita. Mari kita haramkan air mata keputusasaan menggantikan air mata kesedihan. Mari kita tanamkan di hati kita.. Bahwa..

“Laa tahzan.. Inallaaha ma’ana..” (Q.S. at-Taubah:40)



Semoga bermanfaat

-Safira Khansa. Senin, dini hari. 10 September 2012-

Kamis, 25 Juli 2013

Kisah Nyata yang Inspiratif

Sore itu saya naik angkutan kota (angkot) menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu masih muda. Di dalam angkot duduk tujuh penumpang, termasuk saya. Telihat masih tersisa lima kursi kosong. Di tengah perjalanan, banyak angkot saling menyalip untuk berebut penumpang.

Seketika ada pemandangan aneh. Di depan angkot yang kami tumpangi, ada seorang ibu dengan tiga orang anak usia remaja berdiri di tepi jalan. Tiap kali ada angkot yang berhenti di hadapannya, dari kejauhan kami busa melihat si ibu bicara kepada sopir angkot, lalu angkot itu melaju kembali tanpa mengangkut mereka. Ada apa gerangan? Kejadian tersebut sempat terulang beberapa kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti tepat di depannya,
si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bus, tidak?”
sopir menjawab “Ya.”
Herannya si ibu tidak segera naik.
Ia berkata “Tapi saya dan ketiga anak saya tidak punya ongkos.”
Sambil tersenyum, sopir itu menjawab “Nggak apa-apa Bu, naik saja.”

Sesaat terlihat si Ibu ragu-ragu,
sopir mengulangi perkataannya “Ayo Bu, naik saja, Nggak apa-apa.”

Saya terpesona dengan kebaikan Sopir angkot yang masih muda itu. Di saat angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, Sopir muda itu malahan merelakan empat kursi penumpangnya secara gratis kepada si ibu dan anak-anaknya.

Ketika sampai di terminal bus, ibu dan ketiga anaknya turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Sopir. Di belakang si ibu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika sopir hendak memberikan uang kembalian (ongkos angkot hanya Rp 4.000,-), pria ini itu berkata bahwa uang itu untuk ongkos dirinya dan keempat penumpang tadi.
“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu

Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil tersebut. Seorang Ibu ‘kurang mampu’ yang jujur, seorang Sopir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh dari bangsa kita seperti mereka, niscaya dunia akan tersenyum melihat kebaikan-kebaikan kita."

Bismillah.. Gabung Yuk di : Kaligrafi

PUTRA TERBAIK ...

Empat orang anak, dua putra dan dua putri. Keempat-empatnya telah dewasa. Asyik berkumpul bercengkrama, bercanda dan bergurau akrab sekali.

Si anak pertama, memberi kejutan buat ibunya, ia bawa hadiah sejumlah uang ratusan ribu dan jutaan.
Si anak kedua pun tak kalah dengan kakaknya, ia kasih surprise ibu dengan membeli rumah cantik dengan pemandangan yang menakjubkan.
Anak ketiga tak kalah saing, berencana memberangkatkanumrah dan haji ibunya.
Anak bungsu cengar-cengir melihat ketiga kakaknya yang berlomba mendapatkan hati ibunya. Tanpa banyak bicara, ia utek-utek HP menghubungi toko furniture, 5 menit kemudian datang meubel ukiran jepara, Tivi layar datar ukuran jumbo dan segala fasilitas interior yang serba lux.

"Diantara kami berempat, manakah anak yang terbaik dalam pandangan ibu?" tanya anak pertama.

Sang ibu tersenyum simpul sambil merangkul mereka satu persatu dan kemudian menjawab,
 

"Semuanya baik, semuanya tak ada yang jelek."

"Tapi kami mau jawaban ibu, biar kami bisa lebih berbakti kepadamu, bu!" tanya anak kedua.

"Kamu, kamu, kamu dan kamu, baik dan semuanya kebanggaan ibu."

"Kalau semuanya baik, lalu siapa yang terbaik?" tanya anak ketiga.

"Semuanya terbaik, semuanya ibu sayangi, tak ada pilih kasih."

"Lalu siapa juaranya?" tanya anak keempat.

"Juaranya bisa diketahui setelah ibu meninggal dunia, dia adalah anakku yang tetap mau mendoakan ibu dan ayahmu meski kami tak ada di dunia lagi. Dia adalah kalian yang tetap menyambung silaturrahim pada saudara-saudara, sanak dan familinya, dia adalah anakku yang selalu menebar kebajikan seperti yang ibu lakukan saat ini."

SAATNYA MELEPASKAN DIA

Pepatah menyatakan..
Cinta yang agung adalah ketika kita menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, ketika dia tidak mempedulikan kita dan kita masih menunggunya dengan setia, ketika dia mencintai orang lain dan kita masih bisa tersenyum sembari berkata “Aku Turut Bahagia Untukmu”…

Akan tiba saatnya di mana kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, tetapi karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita : "Melepaskannya."


Bismillah.. Gabung Yuk di : Kaligrafi

SEMUA PUNYA MAKNA

Butuh Batu Kerikil supaya kita berHati-Hati
Butuh Semak Berduri supaya kita Waspada
Butuh Persimpangan supaya kita Bijaksana dalam memilih
Butuh Petunjuk Jalan supaya kita punya Harapan tentang arah masa depan.
Hidup butuh Masalah supaya kita tahu kita punya Kekuatan
Butuh Pengorbanan supaya kita tahu cara Bekerja Keras
Butuh Airmata supaya kita tahu meRendahkan Hati
Butuh diCela supaya kita tahu bagaimana Cara Menghargai
Butuh Tertawa supaya kita tahu Mengucap Syukur
Butuh Senyum supaya kita tahu kita Punya Cinta
Butuh Orang Lain supaya kita tahu kita Tak Sendiri.
Jangan meninggalkan sholat karena kesibukan. Meluangkan waktu sejenak untuk Allah lebih utama daripada mengejar urusan duniawi yang tiada bertepi..
 

Jangan meninggalkan amal karena takut tidak ikhlas. Beramal sambil meluruskan niat lebih baik daripada tidak beramal sama sekali.
 

Jangan meninggalkan dzikir karena ketidakhadiran hati. Meninggalkan dzikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berdzikir.
 

Jangan meninggalkan tilawah karena tak tahu maknanya. Ketidaktahuan makna masih lebih baik daripada ketidakmauan membaca firman-Nya.
 

Jangan meninggalkan amanah karena berat. Beratnya amanah yang kita emban sebanding dengan beratnya timbangan amal yang akan kita dapatkan.
 

Jangan meninggalkan kesantunan tatkala orang lain arogan. Tiada kebaikan yang sia-sia, kesantunan akan menambah kemuliaan dan mengundang simpati.
 

Sungguh beruntunglah orang yang beriman, hidupnya selalu diliputi kebaikan. Tiada kata menyerah atas kesulitan yang mendera.
 

Bersabar tatkala ujian datang melanda karena sebuah keyakinan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar.

Subhanallah..
Jika diri ini masih mudah mengeluh, putus asa, marah, menyakiti sesama, berprasangka buruk pada_MU, masih sering meremehkan_MU dan masih sering menduakan_MU, mohon ampuni hamba ya Rabb.

Ampunilah juga orangtuaku, istri/suamiku, anak-
anakku dan para sahabatku.

Ampunilah kami dan bimbinglah agar bisa selalu memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan kami.
Aamiin yaa Rabbal 'alamiin.